Senin, 09 April 2018

Nabi Idris as (nasehat)

Nasehat dari Nabi Idris as

      Gambar ilustrasi


Nabi Idris memiliki banyak sekali ajaran yang diturunkan kepada umatnya. Tentu saja untuk dilakukan agar hidup lebih baik.

Ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Nabi Idris as semasa hidupnya kepada para umat. Pesan atau nasehat itu antara lain:

1. Salat jenazah lebih sebagai penghormatan, karena pemberi syafaat hanya Tuhan sesuai ukuran amal kebajikan.

2. Besarnya rasa syukur yang diucapkan, tetap tidak akan mampu mengalahkan besarnya nikmat Tuhan yang diberikan.

3. Sambutlah seruan Tuhan secara ikhlas, untuk shalat, puasa, maupun menaati semua perintah-Nya.

4. Hindari hasad alias dengki kepada sasama yang mendapat rezki, karena hakikat jumlahnya tidak seberapa.

5. Menumpuk numpuk harta tidak ada manfaat bagi dirinya. Keenam, kehidupan handaknya diisi hikmah kebijakan (Maal anbiya fil Quranil Karim:78).


Dikutip dari website : https://m.merdeka.com/gaya/kisah-nabi-idris-as-yang-bikin-merinding-tentang-neraka-dan-kematian/nasehat-dari-nabi-idris-as.html

Kami #4


Bahagia dengan cara sederhana






Kisah nabi Idris as (sakaratul maut)


Mengerikannya sakaratul maut


 Gambar ilustrasi

Suatu ketika, Malaikat maut Izroil yang sudah bersahabat lama dengan Nabi Idris meminta izin kepada Allah untuk turun ke bumi untuk bertamu Nabi Idris. Dia merasa sangat rindu untuk bertemu dengan Nabi Idris. Dan Allah mengizinkan.

Malam itu, Nabi Idris kedatangan seorang pria yang membawa banyak sekali buah-buahan. Tentu saja dia adalah Malaikat Izroil yang menyamar. Nabi Idris tidak mengetahuinya.

Nabi Idris menawarkan makanan itu kepada Izroil namun ditolaknya. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan keluar berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar. Tak terasa sudah empat hari mereka bersama. Karena sudah akrab, Nabi Idris mulai curiga dengan gerak gerik Sang Tamu. Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya Nabi Idris pun bertanya.

Nabi Idris: Ya Tuanku. Siapa sebenarnya Anda?

Malaikat Izroil: Maaf Ya Nabi Allah, Saya sebenarnya adalah Izroil.

Nabi Idris: Malaikat Izroil? Kau kah itu? Sang Pencabut Nyawa?

Malaikat Izroil: Benar, ya Idris.

Nabi Idris: Sudah empat hari Engkau bersama denganku. apakah Engkau juga menunaikan tugasmu dalam mencabut nyawa makhluk-makhluk di dunia ini?

Malaikat Izroil: Wahai Idris, selama empat hari ini banyak sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan.

Nabi Idris: Wahai Malaikat Izroil. Lantas apa maksud kedatangan Engaku kemari? Adakah Engaku ingin mencabut nyawaku?

Malaikat Izroil: Tidak Idris. Saya datang memang utuk mengunjungimu, karena Saya rindu dan Allah mengizinkan Saya.

Nabi Idris: Wahai Izroil. Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan. Tolong cabut nyawa Saya. Dan minta izin ke Allah untuk mengembalikan nyawa Saya. Saya hanya ingin merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakan sangat dahsyat.

Malaikat Izroil: Sesungguhnya Saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainakn hanya dengan izin Allah.

Kemudian Allah mengabulkan permintaan Sang Nabi. Dan Malaikat Izroil pun mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izroil menangis melihat sahabatnya merasakan kesakitan. Setelah mati, Allah menghidupkan kembali Idris.

Setelah hidup nabi Idris menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa membayangkan jika manusia-manusia lain mengalami sakaratul maut dengan kedahsyatan yang sama. Nabi Idris tidak tega jika ada umatnya harus sengsara di ujung hidup dan mati. Sejak saat itu, Nabi Idris makin giat mengajak umatnya untuk senantiasa berbuat kebaikan dan jujur untuk hal-hal kebenaran.


Dikutip dari website: https://m.merdeka.com/gaya/kisah-nabi-idris-as-yang-bikin-merinding-tentang-neraka-dan-kematian/mengerikannya-sakaratul-maut.html

Nabi Idris as

Nabi pertama yang melihat surga dan neraka

          Ilustrasi gambar


Suatu hari ketika Nabi Idris dan Malaikat Izroil beribadah bersama, kemudian Nabi Idris mengajukan permintaan unik.

"Bisakah Engkau membawa Saya melihat surga dan neraka, wahai Malaikat Izroil?" tanya nabi Idris as.

Malaikat Izroil pun menjawab, "Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaan darimu sungguh aneh. Mengapa Engkau meminta hal itu? Bahkan para malaikat pun takut melihat neraka, wahai Nabi Allah."

Nabi Idris menjawab, "Terus terang, Saya takut sekali dengan azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan iman Saya menjadi tebal setelah melihatnya."

Kemudian Malaikat Izroil meminta izin kepada Allah dan mendapatkan restu. Keduanya pun pergi untuk melihat neraka. Saat hampir dekat, Nabi Idris as langsung pingsan. Malaikat penjaga neraka merupakan sosok yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris as tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang sangat mengerikan itu. Tidak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan neraka. Api berkobar dahsyat, bunyi yang bermuruh menakutkan dan hal-hal yang mengerikan lainnya. Nabi idris meninggalkan neraka dengan tubuh yang lemas.

Tujuan kedua, Malaikat Izroil mengantarkan Nabi Idris ke surga. Di sana, reaksi Nabi Idris pun sama, nyaris pingsan! Tapi bukan karena takut, melainkan takjub dengan psona dan keindahan semua yang ada di surga.

Dilihatnya sunga-sungai yang airnya begitu bening seperi kaca. Sementara itu di pingir sungai terdapat pohon-pohon yang bagian batangnya terbuat dari peak dan emas. Lalu ada juga istana-istaina untuk para penghuni surga. Di setiap penjuru ada pohon yang menghasilkan buah-buahan, buahnya pun begit segar, ranum dan harum.

Setelah puas berkeliling, Malaikat Izroil mengajak Nabi Idris as pulang ke bumi. Namun Nabi Idris enggan pulang dan ingin tetap berada di surga.

"Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah dihisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang beriman lainnya," ujar Malaikat Izroil.

Kemudian Nabi Idris as menjawab, "saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kimata nanti,".


Dikutip dari website :https://m.merdeka.com/gaya/kisah-nabi-idris-as-yang-bikin-merinding-tentang-neraka-dan-kematian/nabi-pertama-yang-melihat-surga-dan-neraka.html

Kami #3

Bahagia itu sederhana, jika dilakukan bersama-sama






Sabtu, 10 Maret 2018

Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana


     


       Yusuf AS, adalah seorang pemuda yang dikenal sejarah sebagai laki-laki yang sangat tampan hingga ketampanannya ini begitu mempesona banyak wanita salah satunya adalah istri majikannya yang lebih dikenal dengan nama Zulaikha. Para ulama tafsir menyebutkan usia Yusuf AS saat tinggal di istana berkisar antara 20 – 25 tahun. Jika ditilik dari usianya kita bisa bayangkan anak muda dengan usianya ini tentu saat-saatnya syahwat bergejolak tinggi, terlebih lagi ia hadir di negeri asing dimana statusnya disana hanya sebagai seorang budak yang diperjual belikan, status terendah dalam strata masyarakat kala itu. Ibnu Taimiyah mengungkapkan, “Orang asing itu sulit menghindarkan diri dari perbuatan jahat” , namun ternyata tidak dengan Nabiyullah Yusuf AS, Yusuf AS mampu menolak ajakan dari zulaikha meskipun tak ada siapa-siapa di istana hanya mereka berdua serta semua pintu-pintupun sudah ditutup oleh Zulaikha, ia mampu mencegah dirinya dari ajakan maksiat dari zulaikha yang kala itu juga sangat cantik dan menarik. Saat itu Yusuf berkata “Aku berlindung kepada Allah”, dan Allahpun menjaga dirinya dari kemaksiatan, ia lolos dari ujian iman tersebut.

     Cinta itu tentang pilihan, dan Yusuf AS memilih ketaatan kepada Allah SWT, ia menerima resiko atas penolakan terhadap majikannya tersebut yang dalam singkat cerita pada akhirnya Yusuf di penjara.
Jodoh tak akan kemana, Allah punya cara yang indah untuk mempertemukannya kembali.

     Setelah beberapa waktu Yusuf AS menjalani hukumannya di penjara, tibalah saatnya ia dibebaskan banyak kisah menarik disini bermula dari menafsirkan mimpi hingga akhirnya dipercaya menjadi bendaharawan negara dan pada akhirnya menjadi raja menggantikan suami Zulaikha ketika ia telah meninggal dunia.
Saat inilah Yusuf dan Zulaikha pun bertemu dan akhirnya menikah. Memang kisah pernikahan antara Yusuf AS dan Zulaikha ini tak dimuat dalam Al-qur’an termasuk juga dengan nama wanitanya sebagai Zulaikha juga tidak disebutkan dalam Al-quran. Namun melalui Ulama tafsir salah satunya adalah Imam ath-Thabari meriwayatkan dari Muhammad bin Ishaq mencatatkan ada dialog romantis antara Yusuf AS dan Zulaikha tatkala mereka telah menikah.

“Bukankah kesempatan seperti ini lebih baik dan terhormat daripada pertemuan kita dahulu ketika engkau menggebu-gebu melampiaskan hasratmu”.
Lalu Ra’il menjawab dengan jawaban diplomatis dan romantis,
“Wahai orang yang terpercaya, janganlah engkau memojokkanku dengan ucapanmu itu, ketika kita bertemu dulu jujur dan akuilah bahwa di matamu akupun cantik dan mempesona, hidup mapan dengan gelar kerajaan dan segalanya aku punya, namun ketika itu aku tersiksa karena suamiku tidak mau menjamah perempuan manapun termasuk aku, lantas akupun mengakui dengan sepenuh hatiku akan karunia Allah yang diberikan atas ketampanan dan keperkasaan dirimu.”

Nabi Yusuf mendapatkan bahwa Ra’il (Zulaikha) masih perawan. Mereka menikah dan dikaruniai dua orang anak laki laki, Afra’im (Efraim) dan Misya (Manasye). Sebab ia tak pernah di jamaah oleh Al-Aziz suaminya semenjak ia menikah.

     Jodoh tak akan kemana, kalau memang sudah Allah catatkan berjodoh yakinlah suatu saat cepat atau lambat Allah akan pertemukan dengan caranya. Penting pemahaman ini menjadi renungan untuk kita bersama terlebih bagi mereka yang masih sendiri dan dalam masa-masa menanti, kita bisa saksikan entah berapa banyak laki-laki dan wanita yang mengorbankan ketaatannya pada Allah SWT dengan alasan cinta, takut kehilangan jodohnya, takut jodohnya diambil orang dan seabrek alasan klise lainnya. Yusuf AS mengajarkan kita bagaimana semestinya dalam mencintai, tak ada larangan kita mencintai manusia dan lawan jenis akan tetapi perlu diingat jangan sampai cinta kita pada lawan jenis menodai ketaatan kita pada Allah SWT, selalu jadikan Allah yang pertama dan Allah yang utama In sya Allah disana kita akan bersua dengan bahagia.


Selasa, 06 Maret 2018

Mengenal Cinta dalam Islam

Cinta Dalam Pandangan Islam


          


Siapa yang tidak mengenal kata cinta? Cinta telah hadir sejak zaman nabi Adam diciptakan, dan kemudian diciptakanlah Hawa sebagai pasangan hidupnya

Adapun cinta yang sebenarnya atau cinta yang hakiki adalah hanya milik Allah SWT karena hanya Allah lah yang maha sempurna dan maha pemilik cinta. Dalam pengertian lain, islam juga memandang cinta sebagai dasar persaudaraan antar manusia dan perasaan yang melandasi hubungannya dengan makhluk lain seperti pada hewan dan tumbuhan. Ibnu Hazm sendiri menyebutkan bahwa cinta adalah suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap orang yang dicintainya.


Dalil Cinta Dalam Alqur’an

Cinta adalah salah satu pokok kehidupan dan dalam Alqur’an kata cinta juga disebutkan dengan berbagai sinonim atau persamaan kata. Adapun ayat-ayat yang menyebutkan perihal cinta adalah sebagai berikut

Al Imran ayat 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

       Cinta memang suatu perasaan yang tidak mungkin manusia untuk tidak merasakannya. Ada berbagai bentuk cinta dalam kehidupan manusia dan setiap bentuk cinta tersebut memiliki perbedaan meskipun pada dasarnya semua bentuk cinta adalah sama. Diantara bentuk-bentuknya adalah :

Cinta kepada Allah SWT

       Cinta yang paling tinggi dalam kehidupan manusia terutama umat islam adalah cinta kepada Allah SWT sang pencipta segala isi bumi dan semesta dan yang maha memiliki cinta. Umat muslim yang mencintai Allah akan merasa bahwa sebagai hamba Nya kita tidak dapat hidup tanpa adanya kasih sayang dan cinta dari Allah SWT. Maka dari itu, mencintai allah SWT adalah mutlak bagi setiap umat muslim. Dan jika seseorang tidak lagi memiliki rasa cinta pada Allah SWT apalagi ajarannya maka tertutuplah hatinya.

        Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 165. "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.” (QS al-Baqarah: 165)

Demikianlah yang bisa di sampaikan, jika anda ingin menambahkan pendapat dan pengalaman untuk saya masukkan dalam artikel ini silahkan dengan mengisi kolom komentar atau contact kami, insyallah akan segera kami respon. terimakasih untuk kenjungannya sampai jumpa di postingan berikutnya.

Jumat, 02 Maret 2018

Kami #1

Kami the special accounting class






Fakta Ilmiah Mengenai Alquran


Al Quran dalam pandangan Islam memiliki dua keistimewaan. yaitu sebagai wahyu Allah dan mukjizat. Al Quran banyak berisi hal-hal yang ilmiah. Penemuan terbaru yang ditemukan dalam kitab yang masih terjamin asli ini adalah fakta-fakta ilmiah. Penemuan ini membuktikan bahwa mustahil Al Quran buatan manusia. Keindahan bahasa dan literasi maupun sain. Ketika kitab-kitab terdahulu berisi banyak kekeliruan akibat campur tangan manusia, Al Quran sama sekali tidak tercemar dengan kontradiksi-kontradiksi itu. Bagi para peneliti Al Quran, secara objektif dan melakukan -perbandingan dengan ilmu pengetahuan pasti akan menemukan bayak keselarasan dengan berbagai temuan ilmiah di zaman sekarang. Sangat mustahil apabila AL Quran dibuat oleh orang-orang di zaman Nabi Muhammad SAW (The Bible, The Quran and Science, hal. 163) Al Quran diturunkan sekitar 1400 tahun silam, namun banyak bukti ilmiahnya yang justru baru ditemukan di era sekarang menggunakan teknologi modern. Kami hanya menampilkan sebagian kecil fakta-fakta ilmiah dalam Al Quran karena terlalu banyaknya contoh-contoh lain untuk ditampilkan dalam waktu yang terlalu singkat. Diantaranya 1. Teori Bing Bang 2. Perluasan Alam Semesta 3. Bentuk Bumi yang Bulat seperti bola 4. Komunikasi Semut 5. Pembatas Antara dua laut 6. Air sebagai sumber kehidupan 7. Tahapan Pertumbuhan Embrio dll. Dalam penelitian atas Al Quran dan Hadits selama 4 tahun ini, telah terungkap sistem untuk mengklasifikasikan embrio dan sangat menakjubkan karena telah ada sejak abad ke-7 sebelum masehi. Belum ada sejarahnya dalam ilmu embriologi, hanya ada sangat sedikit sekali yang mempunyai pengetahuan tentang tahapan-tahapan dan klasifikasi embrio manusia sampai abad ke-20. Karena alasan inilah bahwa penjelasan tentang embrio manusia dalam Al Quran tidak mungkin berasal dari pengetahuan ilmiah pada abad ke-7. Dan satu-satunya alasan yang paling masuk akal adalah bahwasanya Allah menurunkan wahyu melalui Muhammad. Dan ia tidak mungkin mengetahui detail tersebut karena Muhammad buta huruf. Tidak ada karya seseorang sebelum era modern yang bisa disejajarkan dengan Al Quran yang mengeluarkan statemen yang lebih detail tentang fakta-fakta ilmiah dan apa yang terdapat di dalam al Quran. Selaras dengan apa yang baru ditemukan oleh para ilmuwan zaman ini, Maurice Bucaille Al Quran bukanlah sebuah buku sciende (s-c-i-e-n-c-e) tapi merupakan buku signs (s-i-g-n-s) - petunjuk. Sains merupakan sebuah alat untuk menambah keimanan kepada Allah SWT.

#CintaAllah
#CintaIslam
#CintaAl-Quran

Dikutip dari laman video youtube https://youtu.be/O9sjNHPcF4A
MuslimDaily.Net

Silahkan Berikan Komentar Anda Pada Kolom Komentar Dibawah

Entri yang Diunggulkan

Tentang diriku

                                Assalamualaikum wr.wb Pada kesempatan kali ini, saya diberi tugas dari guru mata pelajaran Keteram...